Merenung jauh dari kamar sepi yang kian bungkam dengan kebencian terhadap zionis yang kejam, hatiku kian menjadi pilu dan amarah kian tidak dapat ditahan lagi. Mungkin ini kali keduanya kulontarkan segala jeritan kesakitan dalam sanubari di ruangan blog ini. Segalanya kususun dengan penuh harapan untuk memecahkan nanar dan resah yang terus berhempas pulas dalam minda dan lipatan hatiku ini. Apa lagi yang dapat kulakukan... memboikot barangan Yahudi... tapi di luar sana semakin ramai manusia yang seagama denganku terus rakus menogok Coca Cola dan memamah rakus Mc Donald juga Dunhill dan Marlboro di hujung jari, merentasi seluruh Daerah bersama team seangkatan memberikan ceramah tanpa henti meraih simpati untuk Gaza, Hamas dan Palestin... tapi semakin ramai suara-suara sumbang yang terus ketawa... "Untuk apa semua ini. Bukan kita yang dizalimi. Hanya sekumpulan masyarakat yang telah ditakdirkan untuk diberikan kekejaman". Cuba pula mengajar masyarakat solat hajat dan berqunut nazilah... dan tetap kedengaran suara yang mengejek... "Hanya berdoa... kita bukannya masyarakat Jabariyyah yang hanya tahu menadah tangan.". Dan benar semuanya kian terasa apabila menyaksikan masyarakat Arab sendiri terus bertelagah untuk mengorbankan saudaranya yang tegakberjuang mempertahankan kesucian agamanya yang tercinta.
Demikianlah aku mendongak menatap langit di celah alunan suara unggas dan sinaran rembulan di tengah malam ini, meratap dan merintih... andainya ada lagi Muhammad Al Fateh di muka bumi ini. Siapakah Muhammad Al Fateh... mungkin boleh kuceritakan sedikit kisahnya...
Sultan Muhammad Al Fateh
Dilahirkan pada tanggal 29 Maret 1432. Saat kelahirannya pun sudah terdapat isyarat bahwa dia nantinya akan menjadi orang besar yang membuat sejarah besar. Ketika berita kelahirannya disampaikan, ayahnya, Sultan Murad II sedang membaca Al Quran tepat pada Surat Al Fath ayat 1:“Sesungguhnya Kami telah memberikan padamu kemenangan yang nyata.”
Kelahirannya ada pertanda
"Menjelang kelahirannya, Sultan Murad sebenarnya sedang mempersiapkan serangan ke Konstantinopel (Constantinople), ibu kota Kerajaan Rom Timur atau Byzantium. Setelah anaknya Muhammad lahir, datanglah seorang ulama besar Islam ke istana Sultan dan beliau mengatakan bahwa bayi itulah yang nantinya akan menaklukkan Konstantinopel seperti sabda Rasulullah SAW:“Konstantinopel akan jatuh di tangan seorang pemimpin yang sebaik-baik pemimpin, tentaranya sebaik-baik tentara, dan rakyatnya sebaik-baik rakyat.”Ulama itu bernama Syeikh Syamsuddin Al Wali dari Khurasan (sekarang Uzbekistan). Beliau adalah seorang ulama terbilang yang cukup alim dan tawadhu'. Sultan Murad sangat yakin dengan ilham Syeikh Syamsuddin Al Wali sehingga baginda menyerahkan putera mahkota yang masih kecil kepada Syeikh Syamsuddin untuk dididik.
Syeikh Syamsuddin mendidik muridnya ini dengan disiplin kerohanian yang cukup tinggi. Penuh dengan latihan mengekang hawa nafsu dan hidup susah sehingga hasilnya Muhammad menjadi seseorang yang berjiwa kuat dan sangat tahan dalam menghadapi ujian. Beliau dididik memiliki cita-cita besar yaitu menepati janji Tuhan melalui Rasulullah SAW: menaklukkan Konstantinopel. Untuk ilmu perang, ayahnya mendatangkan panglima-panglima yang paling berpengalaman untuk mendidik beliau. Beliau sendiri adalah seorang cendekiawan yang gemar mengumpulkan ilmuwan-ilmuwan di istana untuk berdiskusi.
Pada usia 19 tahun beliau naik tahta menggantikan ayahnya. Mulailah persiapan penaklukan dilakukannya. Beliau mendidik tentara dan rakyatnya agar menjadi orang-orang yang bertaqwa. Seluruh tentera dan rakyatnya dididik agar sanggup bangun malam dan merintih munajat pada Tuhan. Sebaliknya di siang hari mereka adalah singa-singa yang berjuang di jalan Allah. Beliau juga mengadakan operasi perisikan untuk membebaskan seorang ahli pembuat meriam dari penjara Rom. Bersama para juruteranya beliau membangun benteng, kapal-kapal perang dan meriam-meriam yang canggih untuk ukuran zaman itu. Bahkan dalam membangun benteng Rumeli Hasari di Selat Bosphorus beliau turun tangan ikut mengangkat batu dan pasirnya.
Tertakluknya Konstantinopel
Setelah persiapan diatur, dimulailah serangan ke Konstatinopel. Perang yang hebat berkecamuk lebih satu bulan, belum juga kelihatan tanda-tanda kemenangan. Bahkan pasukan Islam mengalami kesukaran mendekati kubu pertahanan Rom di tepi Selat Bosphorus tersebut karena di taut pasukan Romawi memasang rantai-rantai berukuran besar yang sangat panjang hingga menghalangi kapal yang akan mendekat. Dalam ketidakpastian itu Sultan Muhammad Al Fateh bertanya pada syeikhnya yang mulia, “Wahai Guruku, bilakah saat yang dijanjikan itu tiba?” Syeikh Syamsuddin Al Wali menjawab, “Pada hari ke 53, hari Selasa pukul 11 pagi.” Ini adalah ilham berbentuk berita ghaib yang diterima oleh Syeikh Syamsuddin Al Wali. Sultan Muhammad sangat yakin pada ilham gurunya. Beliau makin bersungguh-sungguh meningkatkan ketaqwaan pada Allah dan mengajak tenteranya melaksanakan hal yang serupa sebab hanya orang bertaqwa yang mendapat bantuan Tuhan.
Pada suatu malam di butan Mei 1453 terjadilah peristiwa yang luar biasa. Para jurutera Sultan telah menemukan inovasi teknologi luar biasa yang dikenali sebagai terusan darat. Mereka berusaha membuat agar kapal-kapal perang Islam dapat berjalan di darat. Dengan mengelilingi selat, pada tengah malam tibalah kapat-kapal pasukan Sultan Muhammad At Fateh ke bagian belakang kubu Konstantinopel. Kota Konstantinopel sebenarnya adalah kota yang sangat strategis karena ditindungi oleh pertahanan alami, yaitu perbukitan. Kapal-kapal tentara Islam yang berjumlah 70 kapat mendarat di Semenanjung Pera di pinggir perbukitan itu dan berusaha mendakinya. Terjadilah keajaiban yang merupakan karamah bantuan Tuhan di malam itu. Secara lahiriah, meskipun kapal-kapal tersebut dapat ‘dipaksa’ berjalan di darat dengan menggunakan kayu-kayu raksasa tapi tentunya sukar untuk mendaki bukit untuk membawa 70 kapat layar berukuran besar dalam hanya beberapa jam adalah hal yang mustahil. Apa yang sebenarnya terjadi? Kapal-kapal itu bukanlah berjalan di darat tetapi seakan melayang mendaki dan menyusuri perbukitan sejauh 16 km sampai di Golden Horn sehingga operasi pendaratan 5.000 pasukan itu selesai dalam waktu singkat. Dari sanalah mereka menyerbu Konstantinopet. Paginya, pada hari Selasa 29 Mei 1453
Konstantinopel takhluk ke tangan tentara Islam di bawah pimpinan Sultan Muhammad Al Fateh. Telah diceritakan bahwa ketika Sultan Muhammad At Fateh memasuki Konstantinopet, para prajuritnya menemukan makam sahabat Rasulullah SAW yaitu Abu Ayyub Al Anshari ra. Di makam tersebut mereka melihat sebagian kaki Abu Ayyub tersembul keluar dari tanah. Kaki tersebut putih bersih, sama sekali tidak terlihat rusak walaupun beliau telah wafat selama 600 tahun. Inilah karamah para sahabat Nabi. Sultan panglimanya bergiliran mencium kaki tersebut. Giliran Sultan yang terakhir. Ketika Sultan Muhammad Al Fateh akan mencium kaki Sahabat Rasulullah itu, tiba-tiba kaki tersebut masuk ke dalam tanah. Telah diceritakan pula bahwa pada sore hari setelah penaklukan bersejarah itu Syeikh Syamsuddin Al Wali bermimpi bertemu dengan Abu Ayyub Al Anshari. Beliau (Abu Ayyub) menyampaikan ucapan selamat pada Sultan Muhammad Al Fateh karena berhasil menaklukkan Konstantinopel dan menyatakan bahwa beliaulah yang sepatutnya mencium kaki Sultan Muhammad Al Fateh sebagai orang yang dijanjikan oleh Rasulullah SAW.
Pada hari Jum’at pertama di Konstantinopel, ketika diadakan shalat Jumaat untuk pertama kalinya, terjadi kebingungan dalam menentukan siapa yang menjadi imam. Sultan pun dengan lantang meminta seluruh tentaranya berdiri dan mengajukan pertanyaan: “Siapa di antara kalian yang sejak baligh hingga saat ini pernah meninggalkan shalat fardhu silakan duduk!” Tidak ada seorang pun yang duduk. Ini berarti seluruh tentara Sultan sejak usia baligh tidak pernah meninggalkan shalat fardhu.
Sultan berkata lagi, “Siapa yang sejak baligh hingga saat ini pernah meninggatkan shalat sunat rawatib silakan duduk!” Sebagian tentaranya masih tegak berdiri dan sebagian lagi duduk. Jadi sebagian tentara sultan sejak balighnya tidak pernah meninggalkan shalat sunat rawatib.
Kemudian Sultan berkata lagi, “Siapa yang sejak baligh hingga hari ini pernah meninggalkan shalat tahajud silakan duduk!” Kali ini seluruh tentara duduk. Yang tinggal berdiri hanya Sultan sendiri. Ternyata sejak usia baligh Sultan belum pernah meninggalkan shalat tahajud sehingga beliaulah yang paling pantas menjadi imam shalat Jum’at. Memang benarlah kata Rasulullah SAW, “Sebaik-baik pemimpin, sebaik-baik tentara dan sebaik-baik rakyat.”
Demikianlah kisah yang juga kukutip daripada blog para teman. Alangkah indahnya kalau ada lagi Sultan Muhammad Al Fateh di kalangan kita yang dapat menjadi sebaik-baik pemimpin dan membawa sebaik-baik tentera untuk membebaskan Al Aqsa dan keseluruhan wilayah Islam itu. Ya Allah hadirkanlah Muhammad Al Fateh di sisi kami.
Showing posts with label Dunia Muslim. Show all posts
Showing posts with label Dunia Muslim. Show all posts
Sunday, 1 February 2009
Tuesday, 20 January 2009
Gaza: Salam Perjuangan
Entah kali ke berapa aku menyelak halaman demi halaman akhbar sehingga lusuh menatap wajah-wajah anak-anak dan wanita tidak berdosa yang sudah tidak bernyawa lagi. Wajah yang pucat dan tompok-tompok darah benar-benar menyayat hati. Manakala di satu sudut lain digambarkan kereta-kereta kebal dan ledakan peluru berpandu yang tidak berkesudahan. Fikiranku kian kosong dan sebak di dadaku tidak dapat ditahan lagi sehingga akhirnya basah air mata yang cepat-cepat kuseka. Pastinya amat memalukan apabila dilihat teman dan rakan-rakan lain melihat seorang lelaki bersama tangisan.
Ratapan Kesedihan
Pantas memoriku mengintai kembali perbicaraan bersama seorang mak cik petang tadi yang terus terngiang-ngiang hingga dinihari. "Mengapa bayi dan wanita yang lemah dan tak berdosa dianayai sedemikian rupa" kata makcik tersebut dengan wajah penuh kegeraman. Kelihatan rona merah mengisi sudut matanya. Dan aku berkongsi perasaan dan emosi yang sama. Malam itu aku benar-benar resah, puas kucuba melelapkan mata namun masih tergambar dalam kotak fikir tangisan yang menyayatkan daripada seorang doktor yang kehilangan tiga cahaya matanya. Terpapar kembali rintihan seorang ibu muda yang kehilangan seluruh ahli keluarga dan tempat kediaman yang menjadi perlindungannya sama sekali. Rumah tempat berteduh telah rata menyembah bumi. Hospital telah penuh dengan mangsa yang terkira, bekalan ubatan yang terus tersekat tanpa makanan dan penderitaan kian kejam apabila kedinginan musim sejuk sudah tidak dapat diungkapkan lagi.
"Apakah salah mereka Ya Allah sehingga diseksa sedemikian rupa?".
Tidak puas rasanya meladeni keheningan malam dan resah yang memburu berpanjangan, ku singkap tafsir pimpinan Ar Rahman dan kuingat kembali pesan ibu,
"Hanya dengan mengingati Allahlah hati akan menjadi tenang".
Setiap Yang Beriman Pasti Akan Diuji
Dan akhirnya aku menemui firman Tuhan, "Apakah kamu berkata kamu beriman dan kamu tidak akan diuji. " Benarlah mereka saudara-saudaraku di Gaza sedang diuji Allah dengan uijan yang maha dahsyat. Ujian yang pastinya amat menggoncangkan keberanian dan meruntuhkan kemanusiaan. Ujian yang datang daripada kekejaman Zionis yang tak punya makna kasihan. Ujian yang jika ditimpakan kepada umat di bumi Malaysia ini pastinya akan menjadi padang jarak padang tekukur.
Namun sememangnya Gaza telah melahirkan insan yang cukup kental imannya. Bumi para anbia yang sentiasa melahirkan ribuan jiwa bertaqwa dan pejuang yang tidak pernah gentar. Ya Hamas telah menyahut ujian yang datang dan bertarung dengan sepenuh kekuatan. Tatkala waktu solat datang, pastinya azan terus berkumandang dan jamaah berpusu-pusu datang ke runtuhan masjid yang tidak mampu di sebut lagi itu.
"Kami tidak pernah gentar. Sekiranya ajal telah sampai kami tetap akan kembali kepada Tuhan walaupun bersembunyi di dalam kubu perlindungan", bicara seorang ahli jemaah dengan pancaran wajah penuh ketenangan.
Dan bicara saf pimpinan Hamas tambah menginsafkan keimananku. "Kami akan terus berjuang sama ada syahid atau menang. Namun untuk berundur dan membiarkan agama Allah ini dicemari, tidak sekali-kali".
"Ya Allah, alangkah kerdilnya aku jika dibandingkan dengan mereka". Sebak di dada kian mencengkam apabila memikirkan masjid di bumi Malaysia yang hanya dilimpahi jemaah apabila solat sunat aidilfitri atau hari-hari pertama bulan ramadhan. Begitu juga tatkala suara helikopter dan hujan peluru kedengaran, pejuang Hamas pantas melepaskan tembakan balas serta pasukan bantuan membantu mangsa yang terkorban dan tercedera tanpa mengendahkan keselamatan diri mereka.
Monolog Pada Diri
"Ya Allah aku memohon kepadaMu Ya Allah berilah bantuan dan rahmatMu kepada saudara-saudara kami di Gaza. Hancurkanlah musuh-musuh mereka, pecah belahkanlah ikatan dan kesatuan musuh mereka, Wahai Tuhan Yang Maha Perkasa, Wahai Tuhan Yang Bersifat Murka, Wahai Tuhan Yang Maha Perkasa, Ya Allah, Ya Allah, Ya Allah, hantarkanlah anjing-anjingMu kepada musuh mereka. "
Demikianlah sebahagian qunut nazilah yang terus kupanjatkan kepada Tuhan yang pastinya akan membantu hambanya yang beriman. Masih basah ingatan sahabat seperjuangan, Rasulullah terus berqunut nazilah selama sebulan bermunajat supaya Allah membalas perlakuan kafir jahiliyah yang telah membunuh 60 orang sahabat yang hafal al Quran tatkala dititipkan untuk berdakwah di perkampungan mereka. Aku juga bermohon agar doaku kau terima Ya Allah. Sesungguhnya aku tidak punya kekuatan untuk turut berjihad sebagaimana Hamas di Gaza namun aku hanya mampu berusaha yang termampu. Sesekali meruntun juga nafsu dan bisikan syaitan tatkala menghampiri Mc Donald dan Starbucks menyaksikan alangkah berseleranya pemuda dan pemudi Islam yang asyik menikmati juadah mereka. Sedih juga menyaksikan rakan-rakan yang masih enggan menginfaqkan sedikit kekayaan mereka kepada pejuang di Gaza, dan tambah pilu melihat sebatang demi sebatang Dunhill, Marlboro dan entah apa lagi berkepul berkelun di bibir umat yang mengaku beriman. Dan sesungguhnya aku terlalu lemah Ya Allah kerana hanya ini sahaja yang mampu kulakukan. Alangkah indahnya kalau aku mampu...
Salam Hormat:
Johari Surif
"Apakah salah mereka Ya Allah sehingga diseksa sedemikian rupa?".
Tidak puas rasanya meladeni keheningan malam dan resah yang memburu berpanjangan, ku singkap tafsir pimpinan Ar Rahman dan kuingat kembali pesan ibu,
"Hanya dengan mengingati Allahlah hati akan menjadi tenang".
Setiap Yang Beriman Pasti Akan Diuji
Dan akhirnya aku menemui firman Tuhan, "Apakah kamu berkata kamu beriman dan kamu tidak akan diuji. " Benarlah mereka saudara-saudaraku di Gaza sedang diuji Allah dengan uijan yang maha dahsyat. Ujian yang pastinya amat menggoncangkan keberanian dan meruntuhkan kemanusiaan. Ujian yang datang daripada kekejaman Zionis yang tak punya makna kasihan. Ujian yang jika ditimpakan kepada umat di bumi Malaysia ini pastinya akan menjadi padang jarak padang tekukur.
Namun sememangnya Gaza telah melahirkan insan yang cukup kental imannya. Bumi para anbia yang sentiasa melahirkan ribuan jiwa bertaqwa dan pejuang yang tidak pernah gentar. Ya Hamas telah menyahut ujian yang datang dan bertarung dengan sepenuh kekuatan. Tatkala waktu solat datang, pastinya azan terus berkumandang dan jamaah berpusu-pusu datang ke runtuhan masjid yang tidak mampu di sebut lagi itu.
"Kami tidak pernah gentar. Sekiranya ajal telah sampai kami tetap akan kembali kepada Tuhan walaupun bersembunyi di dalam kubu perlindungan", bicara seorang ahli jemaah dengan pancaran wajah penuh ketenangan.
Dan bicara saf pimpinan Hamas tambah menginsafkan keimananku. "Kami akan terus berjuang sama ada syahid atau menang. Namun untuk berundur dan membiarkan agama Allah ini dicemari, tidak sekali-kali".
"Ya Allah, alangkah kerdilnya aku jika dibandingkan dengan mereka". Sebak di dada kian mencengkam apabila memikirkan masjid di bumi Malaysia yang hanya dilimpahi jemaah apabila solat sunat aidilfitri atau hari-hari pertama bulan ramadhan. Begitu juga tatkala suara helikopter dan hujan peluru kedengaran, pejuang Hamas pantas melepaskan tembakan balas serta pasukan bantuan membantu mangsa yang terkorban dan tercedera tanpa mengendahkan keselamatan diri mereka.
Monolog Pada Diri
"Ya Allah aku memohon kepadaMu Ya Allah berilah bantuan dan rahmatMu kepada saudara-saudara kami di Gaza. Hancurkanlah musuh-musuh mereka, pecah belahkanlah ikatan dan kesatuan musuh mereka, Wahai Tuhan Yang Maha Perkasa, Wahai Tuhan Yang Bersifat Murka, Wahai Tuhan Yang Maha Perkasa, Ya Allah, Ya Allah, Ya Allah, hantarkanlah anjing-anjingMu kepada musuh mereka. "
Demikianlah sebahagian qunut nazilah yang terus kupanjatkan kepada Tuhan yang pastinya akan membantu hambanya yang beriman. Masih basah ingatan sahabat seperjuangan, Rasulullah terus berqunut nazilah selama sebulan bermunajat supaya Allah membalas perlakuan kafir jahiliyah yang telah membunuh 60 orang sahabat yang hafal al Quran tatkala dititipkan untuk berdakwah di perkampungan mereka. Aku juga bermohon agar doaku kau terima Ya Allah. Sesungguhnya aku tidak punya kekuatan untuk turut berjihad sebagaimana Hamas di Gaza namun aku hanya mampu berusaha yang termampu. Sesekali meruntun juga nafsu dan bisikan syaitan tatkala menghampiri Mc Donald dan Starbucks menyaksikan alangkah berseleranya pemuda dan pemudi Islam yang asyik menikmati juadah mereka. Sedih juga menyaksikan rakan-rakan yang masih enggan menginfaqkan sedikit kekayaan mereka kepada pejuang di Gaza, dan tambah pilu melihat sebatang demi sebatang Dunhill, Marlboro dan entah apa lagi berkepul berkelun di bibir umat yang mengaku beriman. Dan sesungguhnya aku terlalu lemah Ya Allah kerana hanya ini sahaja yang mampu kulakukan. Alangkah indahnya kalau aku mampu...
Salam Hormat:
Johari Surif
Thursday, 31 July 2008
Islamophobia
Tak puas rasanya hati dan perasaan jika tidak mengulas suatu isu yang pastinya akan dihadapi oleh semua orang yang mengucap dua kalimah syahadah di Tanah Permaisuri ini. Ia pasti dirasai dan ianya pasti dilalui.
Akhbar dan Media Massa
Di dada akhbar dan kaca televisyen, pastinya tidak pernah kunjung padam setiap hari dan hampir setiap masa dikumandang dan didendang dengan sewenang-wenangnya betapa Islam ini berkait rapat dengan keganasan dan kejahatan. Tatkala merenung dada akhbar yang diperolehi secara percuma dalam perjalanan pergi dan balik daripada universiti ke rumah sewa setiap hari, ada sahaja bicara tentang Islam, muslim dan sesuatu yang menyentuh tentang Islam sebagai paksi kejahatan.
"Suspek pengganas pengebom dihadapkan ke mahkamah"
Akhbar dan Media Massa
Di dada akhbar dan kaca televisyen, pastinya tidak pernah kunjung padam setiap hari dan hampir setiap masa dikumandang dan didendang dengan sewenang-wenangnya betapa Islam ini berkait rapat dengan keganasan dan kejahatan. Tatkala merenung dada akhbar yang diperolehi secara percuma dalam perjalanan pergi dan balik daripada universiti ke rumah sewa setiap hari, ada sahaja bicara tentang Islam, muslim dan sesuatu yang menyentuh tentang Islam sebagai paksi kejahatan.
"Suspek pengganas pengebom dihadapkan ke mahkamah"
Dan diikuti dengan terpampangnya wajah-wajah orang Islam dalam keadaan berjanggut dan berjambang sebagai pengganas yang mesti dihapuskan.
"Israel terpaksa membebaskan tahanan Palestin demi menebus mayat warga Israel yang terbunuh"
Dan diikuti dengan seribu satu kisah yang menyentuh kebaikan Yahudi dan kekejaman orang Palestin.
"Visa 11 buah negara diteliti semula"
Dan diikuti kisah penelitian kemasukan warga asing ke Britain terutamanya daripada negara Muslim termasuklah Malaysia yang perlu menggunakan Visa kerana kecurigaan terhadap mereka.
"Kami pelindung Israel: Brown"
Diikuti seribu satu pujian terhadap Israel dan sokongan penuh mereka terhadap negara tersebut yang berjaya menguasai rantau Islam di sekelilingnya.
Tak sudah-sudah melalui propaganda di dada akhbar, ruangan yang sama terus dipancarkan di kaca televisyen. Dan yang terbaru kisah mengenai Saddam dan keluarganya yang disiarkan ke seluruh negara.
Kisah Saddam Di BBC
Berkesempatan mengikuti rancangan tersebut selepas menunaikan solat Maghrib, hati kecil kian tersentuh. Entah daripada mana fakta di kutip dan daripada sumber apakah cerita direka memperlihatkan bagaimana Saddam Hussein yang digambarkan dengan penuh kekejaman yang tiada tolok bandingnya seperti seorang mafia. Semua seteru politik dikumpulkan dan dibunuh dengan kejam, adegan menembak kepala, meminum arak dan menghisap cerut, kebengisan, kekejaman, keganasan dan seribu satu gambaran untuk memastikan Saddam dan muslim keseluruhannya sebagai satu gambaran jijik dan menjijikkan. Saddam juga akan merogol dan membunuh perawan hampir setiap malam di samping memastikan ahli keluarganya sentiasa mengawasi semua orang dalam lingkungan dirinya agar patuh kepada beliau. satu gambaran yang pastinya penuh kerakusan serta menyemai kebencian yang tolok banding nya kepada orang Islam.
Terdetik juga di hati, "Mungkin benar..." namun gambaran yang diberikan sememangnya cukup meloyakan bagi setiap mukmin yang beriman.
Masjid Di Awasi
Dan akhirnya satu pengalaman yang semakin mendebarkan terus dilalui di kota ini. Ketika sempat menunaikan solat Jumaat bersama ayah mertua di salah sebuah masjid berdekatan dengan tempat penginapan, masjid tersebut di awasi oleh lima orang polis yang menunggu di pintu masjid dan kawasan berhampiran masjid. Takut benar mereka terhadap Islam, bahkan masjid juga dicurigai. Namun.. masih teringat pesanan ulama muktabar... biarkan, tunjukkan kebaikan dan mudah-mudahan mereka akan memeluk Islam. Dengan perasaan tersebut, saya merasai peri pentingnya berdakwah kepada mereka. Akhirnya mereka semua meninggalkan masjid setelah solat Jumaat selesai dilaksanakan. Sempat juga saya melemparkan senyuman kepada polis-polis tersebut, namun tidak dibalas dan saya terus berlalu dengan tenang.
Benarlah Islamophobia telah menjadi agenda negara setiap hari di tanah London ini. Islam semakin ditakuti dan perlu dimomokkan setiap hari. Mengapa tidak angka peningkatan umat Islam di London terus melonjak secara drastik setiap hari. Samada melalui anak yang dilahirkan, kehadiran warga asing daripada negara Islam dan pertukaran agama Kristian kepada Islam sememangnya amat ditakuti.
Kisah Saddam Di BBC
Berkesempatan mengikuti rancangan tersebut selepas menunaikan solat Maghrib, hati kecil kian tersentuh. Entah daripada mana fakta di kutip dan daripada sumber apakah cerita direka memperlihatkan bagaimana Saddam Hussein yang digambarkan dengan penuh kekejaman yang tiada tolok bandingnya seperti seorang mafia. Semua seteru politik dikumpulkan dan dibunuh dengan kejam, adegan menembak kepala, meminum arak dan menghisap cerut, kebengisan, kekejaman, keganasan dan seribu satu gambaran untuk memastikan Saddam dan muslim keseluruhannya sebagai satu gambaran jijik dan menjijikkan. Saddam juga akan merogol dan membunuh perawan hampir setiap malam di samping memastikan ahli keluarganya sentiasa mengawasi semua orang dalam lingkungan dirinya agar patuh kepada beliau. satu gambaran yang pastinya penuh kerakusan serta menyemai kebencian yang tolok banding nya kepada orang Islam.
Terdetik juga di hati, "Mungkin benar..." namun gambaran yang diberikan sememangnya cukup meloyakan bagi setiap mukmin yang beriman.
Masjid Di Awasi
Dan akhirnya satu pengalaman yang semakin mendebarkan terus dilalui di kota ini. Ketika sempat menunaikan solat Jumaat bersama ayah mertua di salah sebuah masjid berdekatan dengan tempat penginapan, masjid tersebut di awasi oleh lima orang polis yang menunggu di pintu masjid dan kawasan berhampiran masjid. Takut benar mereka terhadap Islam, bahkan masjid juga dicurigai. Namun.. masih teringat pesanan ulama muktabar... biarkan, tunjukkan kebaikan dan mudah-mudahan mereka akan memeluk Islam. Dengan perasaan tersebut, saya merasai peri pentingnya berdakwah kepada mereka. Akhirnya mereka semua meninggalkan masjid setelah solat Jumaat selesai dilaksanakan. Sempat juga saya melemparkan senyuman kepada polis-polis tersebut, namun tidak dibalas dan saya terus berlalu dengan tenang.
Benarlah Islamophobia telah menjadi agenda negara setiap hari di tanah London ini. Islam semakin ditakuti dan perlu dimomokkan setiap hari. Mengapa tidak angka peningkatan umat Islam di London terus melonjak secara drastik setiap hari. Samada melalui anak yang dilahirkan, kehadiran warga asing daripada negara Islam dan pertukaran agama Kristian kepada Islam sememangnya amat ditakuti.
Keseluruhannya, banyak lagi tugas yang perlu dilaksanakan. banyak lagi bebanan dakwagh yang perlu disegerakan bagi memastikan agama Islam ini terus bersinar dengan gemilang. Bak
kata pepatah, "Tiada kemanisan tanpa kesusahan".
Begitulah juga perjuangan menuntut ilmu ini.
kata pepatah, "Tiada kemanisan tanpa kesusahan".
Begitulah juga perjuangan menuntut ilmu ini.
Insya Allah akan berjaya dengan kegighan usaha yang berterusan.
Salam penuh ukhwah,
Johari
Subscribe to:
Posts (Atom)